Selasa, 02 Juli 2013

Perbedaan Proto-Nasionalisme dan Nasionalisme Modern

Proto nasionalisme adalah suatu bentuk nasionalisme awal. Sebuah rintisan kesadaran kebangsaan ( nasionalisme tertua), Indonesia adalah negara yang besar. selama tiga ratusa tahun, Indonesia mengalami masa kolonisasi. Berada didalam situasi yang sama, terjajah, dalam waktu yang lama, mengakibatkan rakyat Indonesia mengalami kepenatan. Pada akhirnya mereka pun mempunyai kesadaran untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
 Kemunculan dan pertumbuhan proto-nasionalisme, dalam banyak hal, merupakan konsekuensi dari perubahan-perubahan cepat dan berdampak luas yang berlangsung di Indonesia. pada dekade-dekade awal abad 20. Dalam periode ini,  kolonialis Belanda di Indonesia melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan sosial dan ekonomi serta dalam bidang pendidikan'. Di Indonesia, dalam bidang sosial, pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan politik etis yang, antara lain, menghasilkan ekspansi pendidikan bagi pribumi. Dalam bidang ekonomi, kebijaksanaan liberal mendorong pertumbuhan sektor ekonomi modern, yang mempunyai dampak meluas terhadap ekonomi tradisional; Indonesia dengan segera dibawa ke dalam orbit ekonomi pasar. Semua perubahan cepat ini justru mendorong munculnya kesadaran baru tentang dunia yang tengah berubah, dengan tantangan baru yang membutuhkan respons baru pula.
Kesimpulanya : proto nasionalisme hadir dalam ekspansi penjajah yang kemudian mengenalkan berbagai bidang yang sedang berkembang seperti ekonomi, pendidikan, yang kemudian menumbuhkan rasa persatuan dalam jiwa nasionalis sebagai suatu bangsa, misalkan pendirian sekolah-sekolah pada zaman itu, Liberalisasi dalam bidang ekonomi yg dilakukakn oleh belanda.

Sedangkan nasionalisme moderen merupakan,perubahan Pada fase kedua, dilakukan oleh pergerakan organisasi modern yang ditunggangi oleh para inteligenesia yang berpendidikan tinggi yang mememgang peranaan dalam mengenalkan gasasan mengenai nasionalismepolitik dan Negara indo diperkenalkan dan dinegosiasikan.yang diperankan oleh mereka2 yg bersekolah guru di STOVIA. Nasinalisme moderen ditandai dengan maraknya pendirian orgnisasi2 yg berupa partai dari para mahasiswa yang bersekolah diluar negri yg sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Secara historisnya, rasa nasinalime bangsa Indonesia semakin kuat dengan ditandai adanya pendudukan jepang,  Dengan picuan semangat kebangkitan nasional akibat Revolusi dunia yang menarik kesadaran baru tentang dunia yang tengah berubah, sebagai alat perjuangannya. Pergerakan organisasi modern ini melakukan perlawanan dengan imperialisme yang membawa misi liberalisme. Tidak disadarinya lahirnya kelas terdidik baru menjadikan perlawanan organisasi modern tersebut kalah, karena lahirnya model kepemimpinan baru dengan peran sentral proto-nasionalisme yang pada gilirannya menjadi nasionalisme yang lebih sempurna. Sebagai contoh berdirinya Budi Utomo, Jong Java, Jong Islamieten Bond, sampai pada SDI dan SI, misalnya. Melalui organisasi¬organisasi inilah political community" mulai mengambil bentuknya dalam masyarakat Indonesia.