Rabu, 15 Juni 2016

Hal Yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Memulai Berwirausaha

Negara yang maju adalah Negara yang memiliki rakyat sebagian besar adalah para wirausaha, inilah kalimat yang sering kita dengarkan. Sudah tidak asing ditelinga saya, memang sangat benar sekali, dari para usahawan prekonomian suatu negara akan berkembang secara signifikan, contohnya sangat banyak sekali. Namun di Indonesia hanya beberapa persen masyarakat yang tergolong pengusaha. jadi kesimpulanya Indonesia tidak akan berkembang. 

Mental wirausaha yang masih cetek, dan hidup instan di elu-elukan sebagai sederet sebab dari kurangnya keinginan masyarakat kita terjun kedalam dunia usaha.


Seminar yang membahas pentingnya menjadi wirausaha sudah bukan barang tabu lagi, wirausaha muda adalah pundak kemajuan bangsa, mari berwirausaha, dan masih banyak lagi sub topik yang mewakili ajakan untuk berwirausaha, sudah penuh rasanya pengetahuan wirausaha yang dimiliki oleh orang-orang yang sering mengikuti seminar wirausaha, termasuk saya, sering diajak teman, awalnya dari gratisan lama-lama jadi komersial juga, sekali pertemuan minimal sepuluh ribu rupiah, bahkan kalau pembicaranya top markotop bisa mencapai lima puluh ribu. ya bisa dikatakan, seminar sambil berwirausaha juga. buakankah faktanya seperti itu.

Lalu bagaimana cara menyikapi hal ini, apakah selamanya kita diolok-olok, sebagai pengemis yang hanya mengharapkan belas kasihan pemerintah, yang menunggu BLT ( Bantuan langsung Tewas ) akan cair, saya rasa tuduhan yang tidak beralasan, tudingan itu kebanyakan muncul dari orang-orang sukses yang memiliki banyak aset, meskipun banyak program pemerintah yang membantu rakyat bawah dan menegah seperti KUR ( Kredit Usaha Ra payu ) dsb. Tudingan sebagai pemalas selalu tertuju pada masyarakat kelas bawah. namun disisi lain tidak besyukur sekali para pejabat yang menggunakan mobil plat merah, sadarkah Ia sedang meminjam dari orang yang Ia hina.

Cobalah lihat kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki kemajmukan yang amat beragam, pasti tudingan anda kepleset di kamar mandi, inilah kenyataan di lapangan :.     
1. Keadaan ekonomi
Berapa juta orang miskin di Indonesia yang akan memulai sebuah usaha yang anda sarankan, membuka usaha membutuhkan banyak faktor pendukung, bukan hanya modal nekat semata. Modal adalah yang paling sering membentur dalam konteks seperti ini, keluhan kurangnya modal, memaksa niat untuk berwirausaha mandek total, kemudian jalan pintasnya meminjam modal. Dengan harapan usaha makin berkembang dengan pinjaman modal yang kebanyakan mengenakan bunga yang lumayan tinggi, misalkan meminjam satu juta, harus balik satu juta dua ratus, hal yang lumrah sekali. 

Maka untuk bebrapa tahun kemudian siapa yang bisa menjamin para miskioner ini sukses, dengan persaingan pasar yang makin tinggi, barang dari luar dengan mudah masuk ke Indoneia, kebanyakan faktanya gali lobang tutup lobang, hutang buat modal membengkak kemana-mana, sawah garapan sebagai warisan terjual untuk menutupi hutang, rumah warisan dari beberapa generasi bablas hilang kemana, uang untuk biaya sekolah anak mereka sudah tidak ada,  gara-gara keinginan untuk sukses dengan jalan sebagai wirausaha yang berjuang tanpa batas. Dalam paham berwirausaha sangat ditekankan, jangan berorientasi pada mimipi, jangan banyak rencana, tapi lakukan, realisasikan dengan tindakan, kalau sudah begitu terlilit hutang dimana-mana. mampus sudah !!! kalau gak, STEMPEL anda tidak memiliki mental wirausaha yang baik nempel di jidat anda selamnaya. Sangat ironis memang bangsa ini, kebanyakan megadopsi dan teropsesi pada bangsa-bangsa yang sudah maju, memang tidak ada salahnya  sebagai motivasi, tapi alangkah baiknya melihat kondisi saudara-saudara kita.

2. Keadaan Geografis
Luas Indonesia yang bisa dikatakan menempati rangking teratas di antara Negara-negara diplanet bumi, memang menjadi suatu misteri apabila rakyatnya menderita seperti ini, katanya tanah kita tanah surga, tapi serasa di Neraka jua, masih tertindas, hak-hak terampas, hanya demi sebuah kepentingan belaka.
Makanya berwirausaha biar makmur ??

contoh tuh negara jepang, kaya, jangan bermals-malasan saja. ngegombal bahasa krenya !
Dalam hal mengembangkan usaha yang mantap memang tidak ada hubunganya dengan keadaan geografis suatu daerah, TAPI ini sangat mengambil peranan penting. Keadaan tipologi, suhu, iklim, intraksi masyarakat tentu jauh berbeda dibandingakan dengan kondisi geografis didaerah lain, misalkan intraksi masyarakat kota dan desa tentu berbeda. Contoh sederhana : usaha perikanan apakah cocok di daerah pegunungan, jenis vegetasi dan kehidupan tumbuh-tumbuhan juga amat berebeda, bebrapa tumbuhan yang menjadi sentral dalam memenuhi kehidupan manusai, tidak bisa ditemukan dalam satu daerah melainkan harus melakukan intraksi dengan daerah lain.

Oleh karena itu,sebelum meneriakan bagaimana cara berwirausaha yang baik dan benar, perbaiki dulu sarana dan pra sarana yang menunjang obyek yang akan ditekankan, sehingga tidak ada lagi pemandangan -pemandangan para wirausaha yang berada digunung mendistribusi hasil usahanya menggunakan kekuatan tubuh semata, tubuh anda bukan robot, makanya anda harus membangun aset, begitulah kata para wirausaha dalam seminarnya. walah…benar-benar bikin pusing tujuh keliling, membangun aset dalam jalan yang masih becek, membangun aset diskitar terjalan batu tajam.